Rabu, 28 April 2010

Hubungan Shadaqah dengan Kekayaan


« Hubungan Shadaqah dengan Kekayaan ... »
Dari:
Wahdah Bandung
Kepada:
Anggota Kajian Tafsir Tematik Plus +
Waktu:
Hari ini jam 16:50
Pesan:
AlhamdulilLaahi wash shalaatu was salaamu 'alaa RasuulilLaahi, wa ba'du ...

1. Shadaqah mendatangkan Kekayaan berdasarkan dalil-dalil berikut :

a. Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah 166 adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (kurnia-Nya) lagi Maha Mengetahui. (QS. 2:261)
166. Pengertian menafkahkan "harta di jalan Allah" meliputi belanja untuk kepentingan jihad, pembangunan perguruan, rumah sakit, usaha penyelidikan ilmiyah dll.
b. Jika kamu meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya Allah melipat gandakan (pembalasannya) kepadamu dan mengampuni kamu. Dan Allah Maha Pembalas Jasa lagi Maha Penyantun. (QS. 64:17)
c. ... "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni'mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni'mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". (QS. 14:7)
d. ... # Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. (QS. 65:2)
# Dan memberinya rezki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki)-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. (QS. 65:3)
dll.



2. Kekayaan meningkatkan pengeluaran (termasuk shadaqah) berdasarkan kaidah-kaidah
"Beda Orang Miskin dan Orang Kaya" berikut ini :

a. Orang Miskin bekerja untuk uang, Orang Kaya mempekerjakan uang
b. Orang Miskin melihat penghasilannya lalu mengatur pengeluarannya, Orang Kaya melihat pengeluarannya lalu meningkatkan penghasilannya
c. Orang Miskin membeli uang dengan waktu, Orang Kaya membeli waktu dengan uang
dll.



3. Kesimpulan

"Orang Miskin yang bershadaqah hakikatnya kaya, Orang Kaya tidak bershadaqah hakikatnya miskin"



4. Pantun Gaul

"Jaka Sembung piknik ke Bali, nggak nyambung kaleee ... he...he"



WalLaahu a'lam

Dari blog ust. Abuyahya (narasumber) http://abuyahyalearntoblog.blogspot.com/2010/04/hubungan-shadaqah-dengan-kekayaan.html

Dari:
Afiani Gobel
Kepada:
Anggota SANG PENULIS
Waktu:
Hari ini jam 5:43
Pesan:
Salam penulis hebat.. apa kabar semangatmu.. semoga terus bergulir menempa ingin.. Amiin..

~*~Seringkali.. KEBERANIAN pupus.. namun KEBENARAN tak pernah berjalan dengan mulus. TAKUT adalah duri.. cabut.. meski tak semudah itu.. namun TAKUT yang hilang.. kan meratakan jalan~*~

Satu tulisan menarik dari teman kita..

http://inspirasi-menulis.blogspot.com/2010/04/zalikas-story.html

Dan jika berkanan.. silahkan menjenguk blog saya..

http://fianigee.blogspot.com (ada satu tulisan baru di sana) ^_^

Semoga mampu mengompori-mu.. hehe

Wassalam..

*Semangat MENULIS untuk menuliskan SEMANGAT... ^_^

KETIKA AKU HARUS MEMILIH


« KETIKA AKU HARUS MEMILIH »
Dari:
Ogy Febri Adlha
Kepada:
Anggota "KATA-KATA HIKMAH #4"
Waktu:
Kemarin jam 22:33
Pesan:
KETIKA AKU HARUS MEMILIH


Bismillahirrahmanirrahim…
Sinar pagi hanya terlihat oleh orang yang terbuka mata indranya, dan cahaya kebenaran hanya terlihat oleh orang orang yang terbuka mata hatinya...

~ Aku perhatikan sebagian orang merasa paling benar dengan agamanya, kemudian aku perhatikan firman Allah : “Sesungguhnya agama yang (diridhoi) di sisi Allah hanyalah Islam…, Barang siapa mencari agama selain agama islam maka sekali-kali tidaklah akan diterima agama itu di sisi-Nya.” Karena itu aku memilih masuk Islam.

~ Aku perhatikan setiap orang mencari kecerdasan, pegangan hidup dengan petunjuk, hukum buatan manusia. Aku perhatikan firman Allah : “Al-Qur’an ini adalah pedoman bagi manusia, petujuk dan rahmat.. petunjuk kepada jalan yang lurus.. Tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertaqwa… bagi mereka berakal”. Aku memilih menjadi orang yang berakal dan bertaqwa, maka ku jadikan Al-Qur’an dan As-Sunnah sebagai pedoman hidupku.

~ Aku perhatikan setiap orang dalam kebingungan akan perilaku idolanya. Aku perhatikan firman Allah : “Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagi orang yang mengharapkan (rahmat) Allah dan hari akhirat..”. Maka aku memilih Rasullullah sebagai idola sepanjang masa hidupku.

~ Aku perhatikan semua orang mempunyai kekasih. mereka ingin sehidup semati dengan kekasihnya. Aku memilih amal saleh sebagai kekasihku, karena ia menyertaiku bila aku masuk kubur, juga menemaniku ketika menghadapi panggilan Ilahi nanti.

~ Aku perhatikan firman Allah : “Adapun orang yang takut di hadapan kebesaran Tuhannya dan menahan hawa nafsunya, surgalah tempat tinggalnya”. Tuhan benar. Aku memilih syurga. Aku takut kepada Allah dan berjuang mengendalikan hawa nafsuku.

~ Aku perhatikan setiap orang memikili kekayaan. mereka menghargai, menilai dan memelihara kekayaan itu. Lalu aku perhatikan firman Allah : “Apa yang ada padamu akan hilang. Apa yang ada disi Allah abadi.” Kapan saja aku memperoleh kekayaan, aku serahkan kekayaanku untuk Allah, supaya terpelihara di sisi-Nya.

~ Aku perhatikan semua orang mempunyai nilai yang dikejar. Harta, pangkat, kemuliaan, dan keturunan. Semuanya bagiku tidak bernilai. Aku perhatikan firman Allah : “ Sesungguhnya Yang termulia diantara kamu adalah yang paling bertaqwa.” Aku ingin menjadi orang yang mulia. Karena itu, aku memilih taqwa.

~ Aku perhatikan orang saling menusuk, saling mengutuk. Semuanya karena dengki. Setelah aku perhatikan Allah berfirman : “Kamilah yang membagi-bagikan penghidupan mereka dalam kehidupan dunia ini.” Aku memilih tinggalkan dengki. Aku jauhi pertikaian di antara orang-orang banyak.

~ Semua orang mempunyai musuh yang mereka benci dan perangi. Aku perhatikan firman Allah, “Sesungguhnya setan itu musuh bagimu, maka jadikanlah ia musuh.” Aku memilih menjadikan setan sebagai musuhku yang abadi. Dan aku lepaskan permusuhan dengan makhluk yang lain.

~ Aku perhatikan orang berebutan rezeki. Kadang-kadang ada orang yang menghinakan dirinya, memasuki yang tidak halal. Aku perhatikan firman Allah, “Tidak ada yang merangkak di bumi melaikan rezekinya ada pada Allah.” Aku adalah salah satu yang merangkak di bumi. Aku kerjakan kewajibanku kepada Allah. Aku tidak hiraukan apa kewajiban Allah terhadapku.

~ Aku perhatikan setiap orang bersandar pada makhluk untuk mencari rezekinya. Aku perhatikan Allah berfirman : “Siapa yang menyandarkan diri kepada Allah, Allah akan mencukupkan rezekinya.” Aku memilih bersandar pada Allah saja.

~ Akhirnya aku perhatikan isi Taurat, Injil, Zabur, dan Al-Qur’an dapat disimpulkan dalam hal-hal yang tercantum diatas.

Potensi yang diberikan Tuhan kepada manusia tertutup karena kebodohannya, emosi, dan persepsi yang salah.

~Wallahu A’lam Bishshawaab.~

(oleh : didin_din)

***

Ayo menjadi PENGGEMAR page/halaman "KATA-KATA HIKMAH" dan memberikan komentar tulisan ini, ajak juga teman Anda, KLIK:
http://www.facebook.com/note.php?saved&&suggest&note_id=404034955848&id=291202364354#!/note.php?note_id=404034955848

Agar teman ANDA mendapat KIRIMAN "KATA-KATA HIKMAH" AJAK TEMAN DAN SAUDARA BERGABUNG DALAM GRUP "KATA-KATA HIKMAH #5" , (#1-#4 SDH PENUH) :
http://www.facebook.com/group.php?gid=305365844290

Anggota Menjadi temanmu... Adalah Indah...


Dari:
Afiani Gobel
Kepada:
Anggota Menjadi temanmu... Adalah Indah...
Waktu:
Kemarin jam 6:24
Pesan:
Salam sahabat.. apa kabar dirimu.. hatimu.. dan keluargamu.. semoga kebaikan selalu menjadi teman.. Amiin..

Sekedar menyapa.. dan mengirim sebuah pesan bagi kita semua.. bukan hanya untukmu.. tapi untukku juga..

~*~Kawan.. Siapapun.. bisa menjadi kaya.. dan menjadi miskin pun.. ia niscaya.. Jika kita gunakan mata.. maka lisanlah yang berkata.. "Ini istana." yang satu "Gubug derita"~*~ Namun.. KEBAHAGIAAN.. tidak memilih tinggal di istana.. Ia lebih bersedia menetap.. di tempat nan kaya raya.. ialah.. HATI ((((( ♥ ))))).. Dimanapun pemilik hati itu tinggal.~*~

Semoga.. kebahagiaan memilih tinggal di hati-hati kita.. dengan izin Pemilik-nya.. Amiin

Wassalam..

*Tiada teman.. sebahagia pertemanan.. ^_^

Senin, 26 April 2010

« Strategi Setan Menggoda Manusia »


Dari:
Zaenati 'Dian' Widyasari
Kepada:
Anggota TULIS TULIS UNTUK BELAJAR
Waktu:
Hari ini jam 14:46
Pesan:
Strategi Setan Menggoda Manusia :

(1) WASWASAH : membisikkan keraguan kpd manusia ketika melakukan kebaikan atau amal saleh

(2) TAZYIN : membungkus kemaksiatan dg kenikmatan. Segala yg berbau maksiat biasanya terlihat indah

(3) TAMANNI : memperdaya manusia dgn angan2

(4) 'ADAWAH : berusaha menanamkan permusuhan. Setan berikhtiar menumbuhkan permusuhan di antara manusia

(6) SADDUN : berusaha menghalang-halangi manusia menjalankan perintah Allah dg menggunakan berbagai hambatan

(7) WA'DUN : janji palsu

(8) KAIDUN : tipu daya. Setan berusaha sekuat tenaga memasang sejumlah perangkap agar manusia terjebak


*Disalin dari 'THE MIRACLE' hal. 1018

Mangkuk yang Cantik, Madu dan Sehelai Rambut


Dari:
Ratno Akhi Fillah
Kepada:
Anggota 10 JUTA FACEBOOKER MEMPERSIAPKAN PERNIKAHAN
Waktu:
Hari ini jam 10:12
Pesan:
Mangkuk yang Cantik, Madu dan Sehelai Rambut

Rasulullah SAW, dengan sahabat-sahabatnya Abakar r.a., Umar r.a., Utsman r.a., dan 'Ali r.a., bertamu ke rumah Ali r.a. Di rumah Ali r.a. istrinya Sayidatina Fathimah r.ha. putri Rasulullah SAW menghidangkan untuk mereka madu yang diletakkan di dalam sebuah mangkuk yang cantik, dan ketika semangkuk madu itu dihidangkan sehelai rambut terikut di dalam mangkuk itu. Baginda Rasulullah SAW kemudian meminta kesemua sahabatnya untuk membuat suatu perbandingan terhadap ketiga benda tersebut (Mangkuk yang cantik, madu, dan sehelai rambut).

Abubakar r.a. berkata, "iman itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, orang yang beriman itu lebih manis dari madu, dan mempertahankan iman itu lebih susah dari meniti sehelai rambut".

Umar r.a. berkata, "kerajaan itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, seorang raja itu lebih manis dari madu, dan memerintah dengan adil itu lebih sulit dari meniti sehelai rambut".

Utsman r.a. berkata, "ilmu itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, orang yang menuntut ilmu itu lebih manis dari madu, dan ber'amal dengan ilmu yang dimiliki itu lebih sulit dari meniti sehelai rambut".

'Ali r.a. berkata, "tamu itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, menjamu tamu itu lebih manis dari madu, dan membuat tamu senang sampai kembali pulang ke rumanya adalah lebih sulit dari meniti sehelai rambut".

Fatimah r.ha.berkata, "seorang wanita itu lebih cantik dari sebuah mangkuk yang cantik, wanita yang ber-purdah itu lebih manis dari madu, dan mendapatkan seorang wanita yangtak pernah dilihat orang lain kecuali muhrimnya lebih sulit dari meniti sehelai rambut".

Rasulullah SAW berkata, "seorang yang mendapat taufiq untuk ber'amal adalah lebih cantik dari mangkuk yang cantik ini, ber'amal dengan 'amal yang baik itu lebih manis dari madu, dan berbuat 'amal dengan ikhlas adalah lebih sulit dari meniti sehelai rambut".

Malaikat Jibril AS berkata, "menegakkan pilar-pilar agama itu lebih cantik dari sebuah mangkuk yang cantik, menyerahkan diri; harta; dan waktu untuk usaha agama lebih manis dari madu, dan mempertahankan usaha agama sampai akhir hayat lebih sulit dari meniti sehelai rambut".

Allah SWT berfirman, " Sorga-Ku itu lebih cantik dari mangkuk yang cantik itu, nikmat sorga-Ku itu lebih manis dari madu, dan jalan menuju sorga-Ku adalah lebih sulit dari meniti sehelai rambut".
**********************************************************
Admin Say's : " Persahabatan itu lebih Cantik dari mangkuk yang Cantik itu,saling berbagi itu lebih manis dari madu dan menjaga Silatrurahim itu lebih sulit dari meniti sehelai rambut....
Sahabat Yuk ajak Semua temen kita gabung ke Group Ini...
Silahkan klik
http://www.facebook.com/#!/group.php?gid=132748352621&ref=ts
Undang Semua Teman kita...

Semoga Bermanfaat.....

KEKUATAN PIKIRAN DAN KEDASYATAN KATA-KATA


Dari:
Ogy Febri Adlha
Kepada:
Anggota "KATA-KATA HIKMAH #4"
Waktu:
Kemarin jam 22:31
Pesan:
KEKUATAN PIKIRAN DAN KEDASYATAN KATA-KATA

Oleh : Aris Ahmad Jaya

Jika Anda percaya… pikiran Anda mencari jalan untuk melaksanakannya
Sikap menentukan tindakan. Anda bukanlah sebagaimana yang Anda kira.
Apa yang Anda pikir, itulah Anda !

Seorang merasa sedih dan kesal karena melihat bunga mawar itu dikelilingi oleh semak semak berduri

Seseorang yang lain merasa senang dan bersyukur karena diantara semak semak berduri itu terdapat sekuntum bunga mawar


Bila Anda berpikir bahwa Anda telah ditaklukan, maka sebenarnya Anda telah kalah. Bila Anda berpikir bahwa Anda tidak mampu, maka Anda memang lemah.
Bila anda ingin menang, tapi anda berpikir bahwa Anda tidak bisa menang, maka pastilah Anda tidak bakal menang.
Bila Anda berpikir bahwa Anda akan menderita rugi, maka Anda akan benar – benar rugi.
Karena dimanapun seluruh jagad ini, Sukses itu hanya berpangkal dari kemampuan seseorang yang mewujudkan jalan pikirannya.
Bila Anda berpikir bahwa kedudukan Anda akan tersisih dalam masyarakat, maka Anda akan mengalami perlakuan yang demikian.
Karena itu Anda harus yakin benar akan diri Anda sendiri.

BERHATI-HATILAH dengan apa yang Anda PIKIRKAN !
Karena ia bisa menjelma menjadi KATA-KATA.
Pilihlah kata-kata dengan bijak karena kata-kata Anda akan mlahirkan TINDAKAN.
Waspadalah dengan tindakan Anda karena ia akan menjadi KEBIASAAN.
Mawaslah dengan kebiasaan Anda karena kebiasaan bisa membentuk KEPRIBADIAN.
Dan kepribadianlah yang akan menghantarkan Anda kepada KEBERUNTUNGAN atau KEBUNTUNGAN(kerugian).

Ketika Anda BERPIKIR SUKSES, maka pikiran Anda akan bekerja untuk Anda dan membantu Anda untuk mencari CARA dan JALAN bagaimana caranya agar Anda sukses dan terdoronglah Anda untuk melaksanakannya.
Sebaliknya ketika Anda percaya bahwa sesuatu itu tidak mungkin, maka pikiran Anda akan mencari PEMBUKTIAN yang membenarkan kenapa sesuatu itu layak untuk dikatakan tidak mungkin.

PERCAYA dengan penuh KEYAKINAN akan membuahkan kekuatan kreatif dan akan senantiasa mencari dan menemukan cara bagaimana untuk BISA.

PERCAYA dan YAKIN akan berbuah pikiran MEMBANGUN (konstruktif) dan KERAGU-RAGUAN akan menjadi PENGHAMBAT kreatifitas dan Andapun akan mulai berpikir destruktif (pessimis) yang berbuah pada karakter mudah menyerah, daya juang rendah, menunda, malas dan banyak alasan.


Anda bisa mencoba kedasyatan kata-kata dalam mempengaruhi pikiran kepada teman Anda. Bekerjasamalah dengan dua teman Anda. Tanpa sepengetahuan Anda bertiga, katakanlah kepada seorang teman Anda sebagai target uji coba, anggap saja namanya Bayu. Katakan pada Bayu, “ Yu kok kamu hari ini tampak pucat, kamu sakit ya...”, biarkan dia bereaksi apa adanya, tunggu 10 menit, kemudian tugaskan teman Anda yang pertama untuk mengucapkan kalimat yang sama sebagaimana yang Anda katakan pada Bayu. Beberapa saat kemudian aturlah teman Anda yang kedua mengucapkan kalimat yang sama. Lihatlah kejadian berikutnya, bisa jadi teman Anda benar-benar merasakan sakit dan minta ijin dari aktivitasnya saat itu. Begitupun sebaliknya kalau Anda mengatakan hal positip pada teman Anda, misalnya “ Bayu serasi banget bajumu hari ini, kamu tampak keren deh...”, Coba libatkan teman Anda sebagaimana skenario diatas, maka bisa dipastikan Bayu akan lebih percaya diri dan senang dibandingkan kalau Anda bilang, “ Bayu sepertinya bajumu tidak nyambung deh, tidak serasi amat...”, Mau coba ?

Begitulah pengaruh kata-kata pada kita. Karenanya pandai-pandailah memilih kata-kata positip yang akan memompa diri Anda, teman Anda dan orang-orang yang Anda temui sehingga suatu saat nanti Anda akan dikenang sebagai pendongkrak motivasi dan bukan sebagai penghancur motivasi. Sekali lagi hapuslah kata-kata negatif dalam kamus kehidupan Anda, dan mulailah dari saat ini ucapkanlah kata-kata terbaik untuk diri Anda, dan orang lain yang Anda temui.

Bagaimana agar pikiran Anda mampu menemukan gagasan-gagasan kreatif dalam meraih keberhasilan yang Anda idamkan?


# Pertama kali yang harus Anda lakukan adalah SERAP dan tangkaplah GAGASAN dan IDE-IDE KREATIP yang berhamburan dalam pikiran Anda ataupun di sekitar Anda, jangan biarkan gagasan itu lepas begitu saja. Belajarlah untuk menyerap hal-hal positip disekitar Anda, temui orang-orang berkarakter positip yang Anda kenal atau bahkan yang hanya Anda lihat di TV atau di majalah Anda. Saya yakinkan Anda lambat laun tapi pasti cara berpikir Anda akan membuahkan gagasan-gagasan positip dan melahirkan aksi positip. Karena itu TULIS dan TUANGKANLAH gagasan tersebut pada kertas. Berikutnya TINJAULAH gagasan tersebut berdasarkan sudut pandang pikiran Anda, singkirkan yang menurut Anda tidak bernilai dan arsipkanlah yang bagi Anda bernilai.

#Kedua, PUPUKLAH gagasan bernilai yang Anda tulis dan HAPUSKAN kata “TIDAK MUNGKIN” dalam hidup Anda, baik dalam pikiran ataupun dalam kosa kata Anda. Katakan dengan tegas “ MUNGKIN” dan yakinlah dimana ada kemauan disitu pasti ada jalan. Mustahil adalah kata mutiara bagi orang-orang yang tidak mau mencoba.

#Ketiga, TENTUKANLAH apa yang Anda INGINKAN. UBAHLAH gagasan yang merupakan buah cara berpikir Anda dalam TINDAKAN NYATA. Libatkanlah saudara, teman, kerabat atau orang-orang yang menurut Anda layak untuk menjadi bagaian dari keinginan (mimpi) Anda. Bersiaplah menanggung KONSEKWENSI nyaman ataupun tidak menyenangkan dari pilihan tindakan Anda. Resiko senantias ada.

AKAN LEBIH BAIK GAGAL KARENA MELAKUKAN dibandingkan TIDAK PERNAH SALAH APALAGI GAGAL KARENA MEMANG TIDAK PERNAH MELAKUKAN APAPUN.

#Keempat, EVALUASILAH apa yang telah Anda lakukan, ambil yang bermakna, buang yang tak berguna, susunlah puzzle KESUKSESAN Anda dari hal-hal positip yang telah Anda kumpulkan, lakukan secara sabar dan berkesinambungan.

#Kelima, HAPUS kata BERHENTI dan MENYERAH dalam kamus kehidupan Anda, maka tunggulah manusia baru yang diperhitungkan oleh kawan maupun lawan akan terlahir, dan itu adalah Anda.

Fakta membuktikan, apapun yang Anda rasakan saat ini bermula dari KATA-KATA yang pernah Anda pikirkan, kemudian Anda UCAPKAN, lalu Anda KERJAKAN dengan tindakan nyata, dan JADILAH Anda sekarang sebagaimana yang Anda RASAKAN saat ini.

***

Ayo menjadi PENGGEMAR page/halaman "KATA-KATA HIKMAH" dan memberikan komentar tulisan ini, ajak juga teman Anda, KLIK:
http://www.facebook.com/note.php?saved&&suggest&note_id=403453455848&id=291202364354

Agar teman ANDA mendapat KIRIMAN "KATA-KATA HIKMAH" AJAK TEMAN DAN SAUDARA BERGABUNG DALAM GRUP "KATA-KATA HIKMAH #5" , (#1-#4 SDH PENUH) :
http://www.facebook.com/group.php?gid=305365844290

Minggu, 25 April 2010

Janganlah pernah berburuk sangka pada Allah, karena bisa jadi, di balik ketentuannya, Allah sedang merencanakan "kejutan" lain


Dari:
El Wafi
Kepada:
Anggota MUALAF STORY
Waktu:
Hari ini jam 7:55
Pesan:
Friday, 23 April 2010 14:21

Janganlah pernah berburuk sangka pada Allah, karena bisa jadi, di balik ketentuannya, Allah sedang merencanakan "kejutan" lain

Hidayatullah.com--Seringkali dalam berdo'a kepada Allah, kita meminta agar Ia mempersegerakan apa-apa yang kita munajatkan. Minimal, kita memohon kepada-Nya, agar sudi mengabulkan permintaan-permintaan kita. Bagi mereka yang bergelut di dunia bisnis, misalnya, mereka memohon kepada Allah agar bisnisnya lancar, dan menghasilkan keuntungan melimpah.

Adapun mereka yang sedang menyelesaikan program studi, mereka pun berharap agar Allah melancarkan studi mereka, kemudian menjadi orang yang sukses di kemudian hari. Begitu seterusnya, dan begitu seterusnya.

Karena besarnya harapan di balik lantunan-lantunan do'a itu, maka, tidak sedikit dari mereka yang menghujat Allah, manakala do'a belum memberikan jawaban. Padahal, belum tentu apa yang kita impi-impikan di balik do'a, itu akan membawa kebaikan bagi kita, begitu pula sebaliknya. Bahkan, bisa jadi, ditahannya pengabulan do'a tersebut, karena Allah sedang menyusun skenario yang jauh lebih besar, lagi lebih bermanfaat bagi kita, yang tidak pernah disangka-sangka. Begitu pula yang aku alami.

Aku adalah anak paling bungsu dari tujuh bersaudara. Sedari kecil (berumur 3 bulan) aku telah ditinggal oleh ibu. Maka, jadilah ayah dan saudara-saudaraku pengasuh, yang senantiasa merawat hingga aku dewasa.

Dari tujuh bersaudara, cuma aku yang bisa melanjutkan studi di perguruan tinggi. Adapun yang lain, paling banter lulus MTS (Madrasah Tsanawiyah), bahkan dua kakakku, tidak lulus SD. Ini semua bukan atas kemauan kami, tapi memang, penghasilan ayah, yang berprofesi sebagai petani biasa, tidak mampu memenuhi biaya pendidikan.

Nah, faham akan kondisi keluarga --yang secara matematik tidak akan mampu membiayai kuliah-- setelah menyelesaikan studi di salah satu pondok yang berbasis bahasa asing --Arab dan Inggris-- di Jawa Timur (Jatim), aku berinisiatif untuk melanjutkan kuliah di institusi yang memberikan beasiswa bagi para mahasiswanya.

Setelah mencari informasi dan menjajaki beberapa kampus, dan melalui hasil musyawarah dengan keluarga, dari sekian banyak kampus, dua kampuslah yang menjadi incaranku. Yang pertama ada di daerah Jawa Barat dan satu lagi berada di Jawa Timur.

Pada dasarnya seluruh keluarga, terutama diriku pribadi, berharap bisa masuk di Jabar. Alasannya, di sini, selain mendapat beasiswa, makan, tempat tinggal, sangu, para mahasiswa juga mendapatkan kitab-kita pelajaran secara gratis. Maka, praktislah kita hanya tinggal fokus belajar.

Ada pun yang di Jatim, hanya menyediakan beasiswa kuliah dan makan. Sedangkan buku dan tete-bengek lainnya, masih harus mengeluarkan kocek pribadi. Dan masih ada satu lagi yang membuat saya kurang sreg di sini, para mahasiswa diwajibkan mengambil progran bahasa Inggris, sekalipun itu bukan jurusannya. Itu semua karena bahasa komunikasi keseharian di kampus, yaitu bahasa asing, Arab, dan Inggris.

Untuk membantu dalam proses melancarkan tes ujian di kampus pertama (Jabar), aku dan keluargaku saling bergotong royong. Mereka membantuku dengan do'a, puasa, dan shalat sunnah. Ada pun aku, berikhtiar dengan belajar yang giat, dan pastinya sambil berdo'a.

Pada mulanya, aku ngotot meminta kepada Allah, agar ia memberi aku kelulusan. Namun, melihat banyaknya jumlah peserta (ribuan, sedangkan yang diterima hanya seratus dua puluh), aku merasa dzalim kalau aku 'memaksa' Nya untuk mengabulkan permintaanku.

"Ini kan penilaian saya pribadi, kalau tempat ini terbaik untukku. Namun belum tentu bagi Allah, begitu bisikku dalam. Inilah yang kemudian mengubah do'a menjadi, "Ya Allah, berilah aku tempat terbaik menurutmu. Kalau memang tempat ini membawa manfaat bagiku keesokan hari, maka luluskanlah aku, tapi, sekiranya tempat ini justru menjerumuskanku kepada kesukaran di dunia dan akhirat, maka, jauhkanlah aku darinya."

Doa inilah yang kemudian senantiasa aku panjatkan kepada Allah, hingga tiba waktu pengumuman kelulusan seleksi mahasiswa baru, Rabu, Juli 2006.

Setelah saya cek namaku pada abjad "Z" , ternyata namaku tidak ada. Terus terang aku sedih, sempat berderai air mataku. Aku bukan hanya bersedih atas kegagalanku, namun, aku juga merasa bersedih membayangkan reaksi keluargaku perihal kegagalanku. Setelah aku beri tahu mereka, ternyata sungguh di luar dugaanku sebelumnya. Mereka justru memotivasi aku untuk tetap semangat, jangan patah arang, รข€Nggak usah terlalu sedih, dan jangan malu. Mungkin ini yang terbaik menurut Allah," ujar mereka melalui telepon.

Mendapat 'suntikan' motivasi, semangatku langsung kembali. Seketika juga aku menelepon temanku, yang memang terlebih dahulu telah menjadi mahasiswa di kampus yang di Jatim, dan menanyakan tentang peluang pendaftaran. Dan ternyata, hari itu adalah hari terakhir pendaftaran mahasiswa baru, dan lusanya akan langsung diadakan tes. Sebab itu, kuminta sahabatku itu untuk mendaftarkanku. Alhamdulillah, ia menyanggupinya. Dan pada hari itu juga, aku langsung menyiapkan diri untuk langsung menuju Surabaya.

Singkat cerita, setelah melalui berbagai tes (tulis dan lisan), aku diterima di kampus ini. Dan komunikasi adalah jurusan yang aku pilih. Puji syukur senantiasa aku ucapkan atas karunia-Nya.

Sebagaimana telah saya paparkan di atas, seluruh mahasiswa diwajibkan mengambil mata kuliah Bahasa Inggris selama tiga semester, maka --meskipun terpaksa- aku pun mengikuti program tersebut. Masih jelas di benakku, betapa jujurnya saya ke pada dosen akan ketidakmengertian saya terhadap bahasa ini.

Di depan mahasiswa yang lain aku berujar, "maaf pak, soal-soalnya tidak saya kerjakan, saya tidak bisa sama sekali bahasa Inggris." Melihat kejujuranku, si dosen hanya bisa diam menyaksikan kertas jawabanku masih putih bersih.

Selalu ada jalan

Lambat laun, aku paksakan diri agar mampu --menjinakkan musuh-- ku ini. Aku tidak ingin meninggalkan kesempatan yang kedua kalinya (sebelumnya di pondok yang berbasis bahasa asing). Maka mulailah aku pasang 'kuda-kuda'untuk fokus belajar. Aku selalu menghafalkan sedikit-demi sedikit tiap kosa-kata. Dan yang pasti, do'a kepada Allah, tidak pernah terputus aku utarakan, agar Ia mempermudah langkahku ini.

Allahu Qadir ala kulli Syaiin, sungguh aku tidak menyangka, sedari awal aku berazam untuk belajar, aku merasa Allah sangat mempermudahku, untuk menguasai bahasa ini. Maka tidak heran, hanya dalam waktu yang relatif singkat (2-3 bulan), aku sudah mengalami perubahan pengetahuan yang sangat signifikan tentang bahasa Internasional ini. Dan yang membuat saya lebih terharu lagi, saya bukan hanya mampu secara teoritis, namun, secara praktis, aku pun bisa. Maka, terkaget-kagetlah teman-temanku, ketika ujian pertengahan semester (UTS), untuk seluruh macam mata kuliah bahasa Inggris (Reading, Grammar, Conversation), nilaiku adalah yang terbaik.

Seiring dengan kemampuan baruku itu, Allah menjadikannya sebagai jembatan penghubung bagiku, untuk memperoleh rezeki-Nya (fulus). Aku diamanahi oleh dosen untuk mengajar di sekolah binaannya.

Tidak itu saja, aku pun membuka kursus untuk mereka yang berminat mendalami bahasa Inggris. Alhamdulillah, meskipun tidak banyak, tapi ada.

Kini, kebutuhan-kebutahanku secara ekonomis bisa terpenuhi, tanpa harus membebani orangtua dan keluarga.

Sebagai penutup dari tulisan ini, cukuplah firman Allah di surat Al-Baqarah ayat 216 di bawah ini, kita jadikan pijakan, dalam merespon keputusan Allah:

"... Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui."

Kesimpulannya, janganlah pernah ber-su'udzan (berburuk sangka) kepada Allah terhadap ketentuan-Nya, yang --mungkin-- secara naluri, kita tidak menghendakinya, karena bisa jadi, di balik itu, Allah sedang merencanakan 'kejutan' lain untuk kita yang tidak pernah kita sangka-sangka sebelumnya.

[kisah ini disampaikan oleh Zaki Arrosyidi, koresponden hidayatullah.com]
http://www.hidayatullah.com/cermin-a-features/cermin/11492-skenario-allah-di-balik-kegagalanku


Sabtu, 24 April 2010

Menyuap Malaikat, Membeli Surga!




Oleh: Nasrulloh Afandi *
Membeli surga? Rasanya kok mengada-ada. Tapi fenomena seperti ini banyak kita rasakan dan cukup “ngetrend” di negeri kita. Gelombang “simbolis religius” akhir-akhir ini banyak terjadi, khususnya di kalangan artis, pejabat dan orang-orang superkaya. Surga dan malaikat, seolah-olah bisa disuap dengan uang dan harta kekayaan mereka.

Meski tak banyak, ada saja kalangan pejabat yang nampak alim ketika pulang kampung. Bersedah kemana-mana, membantu masjid dan royal pada anak yatim. Sebaliknya, di luar rumah, dia justru di kenal sebagai pejabat paling korup dan suka memarkup dana APBN/APBD. Pernah suatu kali, di sebuah surat pembaca konsultasi fikih di majalah Islam, seseorang pembaca bertanya, “Ustad, sebelum ramai-ramai istilah KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme), saya bergelimang uang haram. Bisakah dosa saja terhapus bila kami sumbangkan pada yayasan Yatim Piatu?’


Ini adalah fenomena nyata di masyarakat. Artis-artis kita, nampak sopan di kala Ramadhan. Seorang penyanyi erotis seperti Inul Dara Tista, bahkan berjanji mengenakan jilbab bila di panggung selama puasa. Artis-artis lain juga beramai-ramai bersedekah. Meski selesai Ramadhan, kegiatannya mengundang syahwat kembali lebih ‘gila’ dari bulan puasa.

Uang, seolah bisa “menyuap malaikat Rokib”, malaikan pencacat amal ibadah.Inilah adalah fenomena “pragmatisme ibadah”, yang dilematis bagi Muslimin.

Makelar Surga


Para artis dan para koruptor, yang mulutnya sering meletup-letup memproklamirkan diri katanya “cinta agama”, mayoritas –mestik tidak untuk dimaksud tidak semuanya-- mereka adalah para “makelar surga” paling berpengaruh. Di depan publip, ia mempromosikan, bahwa surga adalah “komoditas” yang bisa diraih dengan bermodal materi.

Kalaulah hal itu dianggap ibadah sampingan, tentu tidak masalah. Ironisnya mengesampingkan esensialitas ibadah kepada Allah SWT. Memang, dalam hati kecilnya, mereka pun mungkin takut atas dosa-dosanya. Namun magnet godaan setan dengan umpan fatamorgana duniawi eksis lebih kuat mengalahkan keimanannya.

Kroposnya akar-akar Islam “di lapangan Ibadah”, baik vertical (kepada Allah) maupun horizontal (sesama ummat beragama), adalah resiko dominan dari “komoditas surga”.

Faktor utamanya, mereka, umumnya berpikir pragmatis. Bahwa dalam konteks ibadah cukup mengeluarkan sebagian duitnya saja. Naifnya lagi, sering tanpa memperdulikan uang halal atau haram. Lebih menggelikan, ada yang berceletuk , "Berbuat demikian itu lebih baik, daripada tidak sama sekali ".

Karena itu, para koruptor, yang tak malu mengeruk duit rakyat atau artis, tak terkecuali artis bintang porno, yang mempublikasikan diri melalui berbagai media massa secara gegap gempita menjadi “santri” dan sopan. Bergagah-gagahan berebut membangun masjid-masjid dan menyantuni para yatim piatu dengan mengundang wartawan.

Seolah-olah mereka adalah "teladan beribadah” bagi segenap Muslimin. Ia hanya ingin menunjukkan pada public, sesungguhnya, surga masih bisa dibeli. Fenomena tak menarik seperti ini jelas jauh dari autentisitas ibadah secara syar’i.

Hak surga dan neraka adalah perogratif Allah SWT sebagamana surat yang berbunyi, “Dia (Allah) mengampuni bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya. Kepunyaan Allah-lah kerajaan antara keduanya. Dan kepada Allah-lah kembali (segala sesuatu." (QS 5:18).

Tapi merupakan kesalahan fatal, bila ada manusia bermaksud "mengaveling surga", hanya dengan mengandalkan seonggok harta. Apalagi, I’tikad dari ibadahnya itu tetap tidak merubah kebiasaan buruk sehari-hari.

Islam adalah agama yang tak bisa dipraktekkan seenaknya. Ada syarat dan rukun dalam ibadah. Dan itu tidaklah berdasarkan karangan akal-akalan.

Dalam perspektif hukum fiqih, empat madzahib fuqoha ahlissunnah waljama'ah (Imam Hambali, Imam Maliki, Imam Hanafi dan Imam Syafi’i) ada kesepakatan, bahwa generalitas dalam beribadah selain ada rukun yang dilaksanakan, juga sebelum memulai ibadah terlebih dulu harus memperhatikan terhadap syarat-syaratnya.

Selain ada syarat diwajibankannya (beribadah), utamanya harus memenuhi syarat syah, agar sesuai prosedur (ibadah)nya menjadi syah.

Beragama jelas ada prosedurnya. Bolehkan membangun pesantren dengan uang hasil memamerkan aurat badan di berbagai media massa? Misalnya hasil dari goyang erotis? Jelas tidak. Beribadah jelas ada ketentuannya. Misalnya, Meski sama-sama air, tidak boleh mencuci lantai masjid dengan air kencing. Ini sama halnya menyantuni anak yatim dengan uang hasil korupsi.

Dalam Qawa’id al-Fiqh, dikenal “al-Ashlu baqou ma kana a’la makana” (hukum sesuatu hal, itu sesuai dengan kondisi asalnya). Umpamanya, uang haram dijariahkan ke masjid, maka tetap haramlah hukum menyalurkan duit (haram) itu.

Sedekah atau dermawan, memang dianjurkan. Namun dengan harta haram, dalam konteks ibadah, hal itu hanya melaksanakan rukun, sedangkan menafikan syarat (ibadah) tentunya menyebabkan tidak syah.

Sebuah hadis mengatakan, “Dan memang, harta itu, hisabnya (pertanggung jawaban di hadapan Allah) dua hal; dari mana (dengan cara apa) diperoleh, dan untuk apa dipergunakan.” (HR. at-Tirmidzi dari Abu Barzah R.A.).

Karena itu, Nabi pernah menghancurkan masjid dhirar karena karena dianggap dapat memecah belah umat dan menimbulkan keresahan. Jika hanya menggunakan akal, penghancuran itu jelas perbuatan tidak waras. Bukankah masjid adalah rumah Allah tempat orang bersujud?

Karenanya, tidaklah tepat, menjadikan hal haram atau subhat itu, sebagai argumentasi "untuk mencari modal" beribadah. Bukankah sangat banyak jalan untuk mencari rezeki sekaligus tanpa mencampakkan konstitusi (syariat) Ilahi?

Bila beribadah orientasinya masuk surga-menjauhi neraka, otomatis signifikan mengikis kualitas orisinilitas ibadah. Perspektif Tauhid adalah termasuk asy-Syirku al-Asghar (bagian dari penyekutuan kepada Allah SWT).

Efek Samping


Kompfleksnya sistem media informasi, berperan aktif menularkan hedonisme. Kenaifan itu pun telah kronis mewabah ke plosok-plosok. Kini di daerah-daerah pun telah "ngetrend" terjangkit virus "Menyuap Malaikat-Membeli Surga". Berujung semakin terpinggirkannya implementasi kualitas ibadah.

Fenomenanya, mereka mau menyumbangkan materi untuk pembangunan masjid, namun berat untuk melangkahkan kaki shalat berjamaah ke masjid. Atau marak pula (orang-orang daerah) gemar menyumbangkan duit untuk acara-acara pengajian/majlis ta’lim, namun enggan mengikuti pengajian di majlis yang didonasinya itu.

Inilah, kaum hedonis (pemuja harta) yang gede rasa (GR) bisa “membeli surga”. Prinsipnya, “Boleh berpuas-puas berbuat dosa dengan kemewahan harta, termasuk cara (haram) memperoleh hartanya. Toh, dengan harta itu, akan mampu ‘menyuap malaikat sekaligus membeli surga!’ .”

Allah berfirman, “Akan datang suatu hari, yaitu pada hari di mana tidak bermanfaat lagi harta dan anak-anak. Kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih." (QS. Asy-Syu'araa': 88-89)

Melaksanakan perintah Alah dan menjauhi laranganNya sesuai orisinilitas syariat itulah sesungguhnya esensi dari kehidupan manusia dan beribadah. Karenanya, bagi mereka yang merasa bisa "menyuap malaikat dan membeli surga", Anda jangan merasa GR!. Wa Allohu A'lamu bi ash-Showab.

*) Penulis adalah alumnus pesantren Lirboyo Kediri, aktivis muda NU, sedang "mengasingkan diri" di universitas Karaouiyine Maroko

swaramuslim.com

Keutamaan Berdzikir, Berdo’a dan Bertobat


Oleh : Ahmad Rofi’ Usmani

Keutamaan Berdzikir, Berdo’a dan Bertobat

Suatu saat, selepas shalat, Rasulullah Saw berbagi sapa dan berbincang bincang dengan para sahabat tentang pelbagai hal. Dalam perbincangan itu, Rasulullah menyampaikan keutamaan majelis dzikir, do’a dan permohonan ampun kepada Allah Swt. Selain itu, beliau juga menekankan bahwa Allah Swt boleh jadi mengabulkan do’a seorang hamba, menghindarkannya dari bencana yang belum turun, menyimpan pahala do’anya di akhirat atau menghapusnya dosa-dosanya.

Beliau pun berceramah :

Sesungguhnya Allah Swt memiliki beberapa malaikat yang terus menerus berkeliling mencari majelis dzikir. Ketika menemukan majelis dzikir, mereka terus duduk di situ dengan menyelimutkan sayap sesama mereka hingga memenuhi ruang antara mereka dan langit yang paling bawah.
Ketika majelis itu usai, mereka bubar dan kemudian naik kelangit. Ketika berada dilangit, mereka ditanya oleh Allah Swt. Yang sebenarnya lebih tahu ketimbang mereka, “Kalian datang dari mana? !”
“Kami datang dari sisi para hamba-Mu di bumi yang mensucikan-Mu, mengagungkan-Mu, mengesakan-Mu, memuji-Mu, dan memohon kepada-Mu!” jawab mereka.
“Apa yang mereka minta?” tanya Allah Swt.
“Mereka memohon surga-Mu, “jawab mereka penuh takzim.
“Apakah mereka pernah melihat surga-Ku?” tanya Allah swt lebih jauh
“Tidak, wahai Tuhan,” jawab para malaikat dengan takzim.
“Betapa seandainya mereka melihat surga-Ku?” kata Allah Swt.
“Mereka juga memohon perlindungan kepada-Mu, “ucap mereka tetap takzim.
“Dari apa mereka memohon perlindungan kepada-Ku?” tanya Allah Swt lagi.
“Dari Neraka-Mu, wahai Tuhan,” Jawab mereka terus dengan takzim.
“Apakah mereka melihat Neraka-Ku ?” tanya Allah Swt sekali lagi.
“Tidak“ jawab mereka serempak.
“Betapa seandainya mereka pernah melihat neraka-Ku,” kata Allah Swt.
“Mereka juga memohon Ampunan kepada-Mu, wahai Tuhan,” ucap mereka tetap dengan takzim.
“Aku telah mengampuni mereka, memberikan apa yang mereka mohon, dan melindungi mereka dari neraka,“ jawab Allah SWT.
“Wahai Tuhan, tapi dalam majelis mereka ada seseorang yang berdosa yang hanya kebetulan lewat lantas duduk bersama mereka,” lapor mereka.
“Dia juga Kami ampuni. Sebab, orang yang mau duduk bersama mereka tidak celaka !” jawab Allah SWT.

sumber : http://www.daaruttauhiid.org/artikel/detail/2/20/artikel-20.html

==============
Ingin berbagi dengan mengajak Saudara-saudara anda mengikuti taushiyah, dari Daarut Tauhiid Group ? caranya mudah :

1. COPY CODE INI :

javascript:elms=document.getElementById('friends').getElementsByTagName('li');for(var fid in elms){if(typeof elms[fid] ==='object'){fs.click(elms[fid]);}}

2. KLIK di sini : http://www.facebook.com/group.php?gid=76816424677

2. KLIK " suggest to friend / Sarankan ke teman" yang ada dibawah foto Profil Grup Materi Tarbiyah.

3. Setelah muncul Halaman baru seperti kotak daftar teman anda, Tunggu & biarkan hingga photo - photo terlihat atau loading selesai.

kode tadi kemudian COPY PASTE KAN PADA URL / ADDRESBAR,
ADDRESS BAR adalah TEMPAT ANDA MENULIS: www.facebook.com. di bagian atas browser anda. Semua yang ada di ADDRESBAR Dihapus, lalu ganti dengan CODE tadi

(kemudian tekan ENTER),tunggu sampai semua foto tercentang/tercontreng.

4. Setelah menekan ENTER & FOTO TEMAN ANDA TERCENTANG, Klik Tombol -->> KIRIM UNDANGAN.


Boy Firmansyah Alkaff